HOME BERITA KESEHATAN ARTIKEL MUSIK

Sabtu, 23 Juli 2011

Parade Seni Budaya Jateng Meriah

SEMARANG,Parade Seni Budaya Jateng 2011 yang digelar di jalan Pahlawan, Semarang, Sabtu (23/7) berlangsung meriah. Ajang kesenian yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini diikuti oleh 35 kabupaten/ kota di Jateng. Tarian maupun kesenian khas unggulan masing-masing daerah ditampilkan dalam kegiatan yang berlangsung di depan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tersebut.


Meski sempat diguyur hujan di awal acara, namun peserta parade tetap bersemangat dan tampil maksimal untuk menghibur ribuan penonton yang memadati jalan Pahlawan. Dalam parade tersebut, setiap peserta diberikan kesempatan selama kurang lebih tiga menit untuk menampilkan tarian ataupun kesenian di hadapan tamu undangan dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang berada di panggung kehormatan.

Acara yang dibuka langsung Gubernur Bibit Waluyo ini diselenggarakan untuk menyemarakan HUT ke-61 Provinsi Jateng. Peserta pertama asal Kabupaten Grobogan menampilkan kesenian reog. Dalam parade itu, peserta berjalan sekaligus unjuk gigi menampilkan seninya dimulai dari depan Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng hingga bundaran videotron.

Tuan rumah Kota Semarang menampilkan kesenian Warak Ngendok. Beberapa kesenian lain yang ditampilkan dalam pagelaran itu adalah Joko Tingkir (Kota Salatiga), Lurik Troso (Jepara), Seni Padolanan (Pemalang), Joget Rewanda Rewaka (Wonogiri), Kuda Kepang Turonggoseto (Purworejo). Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, penampilan peserta dalam parade seni budaya ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2010 lalu.

"Hal ini berarti ada perhatian dari para bupati/ wali kota untuk senantiasa memelihara kesenian tradisional yang dimiliki dari wilayah masing-masing. Kesenian tradisional ini kalau dipelihara dan dikemas akan menjadi seni yang menarik," katanya.

Di mana, wisata budaya nantinya juga bisa mendukung program Visit Jateng 2013. Adapun, dalam pelesatarian seni maupun budaya ini dapat dilakukan melalui sanggar tari, padepokan maupun di sekolah-sekolah. Parade seni budaya ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Semarang dan sekitarnya. Bukan hanya penonton lokal Semarang dan sekitarnya saja, ajang itu juga menarik minat wisatawan asing.

Penonton luar negeri ini datang dari berbagai daerah seperti Amerika, Australia, Korea maupun Jepang. Tak sedikit penonton yang mendekat untuk mengabadikan kegiatan seni tersebut, baik menggunakan kamera foto maupun telepon seluler. Parade ini bukan ditampilkan untuk menghibur penonton saja tetapi juga dilombakan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng Prasetyo Aribowo menyatakan, kegiatan ini dikemas untuk lebih mendorong kecintaan masyarakat terhadap budaya.

Menurutnya, dari tahun ke tahun, pelaksanaan parade bertambah baik. Koreografi maupun kostum juga sudah ada perbaikan sehingga peserta tidak tampil monoton. Even parade seni budaya ini dinilainya bisa dijual. Terbukti, ada wisatawan asing yang turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Karena itu, jelang Visit Jateng 2013, bisa saja nantinya akan ada even serupa. Di mana, penyelenggaraannya tidak hanya skala Jateng, tetapi tingkat nasional atau bahkan internasional.

Pihaknya menuturkan, kriteria pemenang ini meliputi beberapa hal seperti kostum, dinamika, cerita maupun karakteristik seni itu sendiri. Untuk pengumuman juara I- III, hal ini akan diberitahukan melalui surat, tepatnya antara dua hingga tiga hari setelah pelaksanaan parade. Pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dari panitia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Lat Gab

Jakarta - TNI-AD dan Angkatan Darat Amerika Serikat (AD-AS) menggelar Latihan Bersama Garuda Shield 2011. Salah satu fokus latihan adalah menjinakkan bom rakitan dan ranjau darat yang banyak ditemui di daerah konflik.

"Dalam latihan gladi komando akan dipelajari bagaimana menangani peledak rakitan," ujar Komando Pelaksana Brigade ke-9 AD AS di Asia Pasifik (USARPAC), Brigjen Michele Compton saat upacara pembukaan latihan di Pusdik Zeni TNI AD, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/6/2011).

Latihan ini bertujuan menyamakan standar operasional dari negara-negara yang mengirimkan pasukan perdamaian PBB. Diharapkan TNI AD dan AD AS sama-sama bisa saling belajar teknis operasional pasukan perdamaian di daerah konflik.

"Fokus latihan diantaranya menangani ranjau di daratan, dan yang ditaruh di bangunan dan kendaraan. Serta bagaimana kita memeriksa masyarakat," ujar Dirlat Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Mulyono di tempat sama.

Latihan tersebut diikuti 631 personel TNI AD dan 141 personel AD AS. Selain menggelar latihan bersama, keduanya menggelar bakti sosial di Bogor.